Daftar isi
Ada bukit di selatan Lombok yang bisa kamu datangi dua kali dalam sehari dan tetap terasa seperti tempat yang berbeda. Pagi hari, ia menyambut matahari dari balik Samudra Hindia. Sore hari, ia melepasnya dengan langit jingga yang jatuh di atas Tanjung Aan. Namanya Bukit Merese, padang rumput terbuka di kawasan Mandalika yang jadi salah satu tempat terbaik di Lombok untuk sunrise sekaligus sunset.
Merese masuk rute pesisir selatan yang kami bahas di wisata Lombok selatan. Kalau masih menyusun gambaran besar, mulai dari panduan wisata Lombok.
Status terkini: Harga parkir di artikel ini dicatat tim saat kunjungan dan bisa berubah. Kami cek ulang sebelum setiap trip, jadi tanyakan versi terbaru saat konsultasi.
Bukit gundul di atas Tanjung Aan
Warga setempat menyebutnya Merisik, yang berarti gundul. Namanya jujur: tidak ada satu pohon pun di punggung bukit ini. Yang ada hanya rumput pendek dan batu-batu hitam yang tersebar di permukaan tanah yang berundak. Justru karena kosong itulah pandanganmu bebas ke segala arah, dari garis pantai Tanjung Aan sampai karang-karang terjal yang dipeluk laut biru.

Konsekuensinya, Merese terasa sangat panas di siang hari. Datanglah pagi atau sore, saat cahaya masih lembut dan angin laut sedang bersahabat.
Cara ke Bukit Merese
- Dari Bandara Lombok: sekitar 45 menit berkendara.
- Dari Mataram: sekitar 2 jam.
- Dari parkir Tanjung Aan: sekitar 10 menit jalan kaki menyusuri pantai berpasir seperti butiran merica, lalu 5 sampai 10 menit mendaki ke puncak.
Masuk ke area pantai dan bukit tidak dipungut biaya, cukup bayar parkir. Rp. 5000 untuk sepeda motor dan Rp. 10.000 untuk mobil. Pendakiannya ringan dan aman untuk anak-anak, tapi permukaannya berundak, jadi tetap dampingi si kecil. Pedagang lokal di area parkir menjual air minum dan makanan ringan. Bawa botol minum sendiri, dan bawa turun lagi sampahmu.
Jam terbaik: sunrise atau sunset?
Sunrise, sekitar pukul 06.00 WITA
Datang sekitar pukul enam, lalu saksikan langit bergeser pelan dari biru gelap ke merah jingga, sebelum akhirnya terang sebersih laut di bawahnya. Dari atas bukit, permukaan air terlihat bening seperti kristal sampai karang-karang gelap di dasarnya ikut kelihatan. Di jam ini Merese jauh lebih sepi daripada sore.
Pandangan pagi juga paling lengkap: Pantai Seger, Tanjung Bongo yang tersembunyi, sisa Batu Payung, sampai Gili Anak Anjakan di kejauhan. Kalau beruntung, kamu akan berbagi bukit dengan kerbau, sapi, dan kambing yang digiring anak-anak gembala bercaping cokelat.

Sunset, mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WITA
Naiklah sejam sebelum matahari terbenam, lalu berkeliling ke setiap ujung bukit sambil menunggu. Saat matahari menyentuh cakrawala, cahayanya memantul di permukaan laut dan menyalakan garis-garis putih ombak jadi keemasan. Sore adalah jam tersibuk di Merese, jadi titik foto favorit bisa penuh oleh tamu lokal dan mancanegara.

Dua wajah Merese dalam setahun
Merese berganti warna mengikuti musim. Antara Januari dan April, saat hujan masih sering turun, bukit ini hijau segar seperti karpet. Mulai Mei sampai Desember, rumputnya mengering jadi cokelat keemasan yang tak kalah anggun. Mau hijau atau keemasan, tinggal pilih bulan. Rincian cuaca per bulan ada di waktu terbaik ke Lombok.


Tips dari tim lokal
- Pilih sunrise kalau ingin Merese terasa milikmu sendiri. Pilih sunset kalau ingin suasana yang lebih hidup.
- Pakai alas kaki yang menapak baik. Batu di punggung bukit bisa licin setelah hujan.
- Gabungkan dengan berenang di Tanjung Aan sesudahnya. Airnya tenang di pagi hari.
- Belum siap mendaki Rinjani? Merese memberi pemandangan lepas yang luar biasa hanya dengan 10 menit jalan kaki.
Lanjut merancang
- Pantai Selong Belanak: untuk sunset di sisi barat
- Desa Sasak Ende: kampung adat 20 menit dari Kuta
- itinerary Lombok 4 hari 3 malam: untuk menyambungkannya dengan gili
Mau Merese masuk rute yang pas dengan ritmemu? Ceritakan rencanamu, tim lokal kami susun draft itinerary-nya.