Daftar isi
Di antara teluk-teluk karang di selatan Lombok, ada satu pantai yang terasa seperti tarikan napas panjang. Pasirnya sehalus tepung, ombaknya datang landai, dan garis pantainya melengkung bersih lebih dari satu kilometer tanpa karang besar yang menghalangi pandangan. Namanya Selong Belanak, diambil dari nama desa di Praya Barat tempat ia berada.
Selong Belanak ada di pesisir barat kawasan Mandalika. Urutan pantai di sekitarnya kami susun di wisata Lombok selatan, dan gambaran besar pulau ada di panduan wisata Lombok.
Status terkini: Harga parkir dan makanan di artikel ini dicatat tim saat kunjungan dan bisa berubah. Kami cek ulang sebelum setiap trip, jadi tanyakan versi terbaru saat konsultasi.
Pantai paling ramah pemula di Lombok
Kalau tetangganya dihiasi batu karang yang berserakan atau menjulang, Selong Belanak justru hampir bersih. Bibir pantainya lebar, sekitar 10 meter, dan permukaannya nyaris rata tanpa gundukan pasir berundak. Itu sebabnya pantai ini jadi rumah para peselancar pemula, dan juga tempat paling nyaman di pesisir selatan untuk sekadar berjalan tanpa alas kaki.

Airnya biru toska, berpadu dengan deretan payung dan dipan kecil yang berjajar rapi di tepi pantai. Selong Belanak punya dua karakter ombak: di satu sisi cukup besar untuk belajar berselancar (tetap jauh lebih jinak daripada Pantai Mawi), di sisi lain tenang untuk berenang.
Cara ke Selong Belanak
- Dari Kuta Mandalika: sekitar 20 sampai 30 menit.
- Dari Mataram: sekitar 1,5 jam.
Jalannya menanjak dan berkelok melewati perbukitan, dan justru itu bagian dari pengalamannya. Dari ketinggian, teluk-teluk biru di bawah memantulkan cahaya seperti kristal. Masuk ke pantai tidak dipungut biaya, cukup bayar parkir.
Belajar surfing dengan warga lokal

Jangan cuma berfoto. Warga setempat menawarkan kelas surfing untuk pemula lengkap dengan sewa papan. Mereka mengajarimu pelan-pelan dari pasir sampai berdiri di atas ombak pertama, dan biasanya satu sesi sudah cukup bikin ketagihan.
Ikan bakar dari perahu yang baru merapat
Berjalanlah ke arah selatan pantai. Di sana ada rumah-rumah nelayan, perahu yang ditambatkan, dan warung yang membakar ikan hasil tangkapan hari itu. Bumbunya nyaris tidak ada: ikan hanya dibersihkan dengan air garam lalu dibakar di atas arang. Rasanya justru jujur, karena ikannya baru keluar dari Samudra Hindia beberapa jam sebelumnya. Sambal pedas khas Lombok selalu ikut menemani. Pesan es kelapa muda, lalu nikmati di bawah tenda atau di atas kain yang kamu gelar sendiri.

Sisi sepi dan kerbau yang pulang ke kandang
Kalau sisi selatan terasa ramai, berjalanlah ke arah utara menyusuri tepi pantai. Di bagian ini tidak ada rumah warga, jadi suasananya jauh lebih sepi, dengan deretan bukit sbg latar. Menjelang sore, kalau beruntung, kamu akan berpapasan dengan kawanan kerbau berkulit abu legam yang digiring pulang menyusuri pantai. Kontrasnya dengan langit dan laut biru membuat bingkai foto yang sulit dilupakan.


Tunggu sampai senja
Jgn buru-buru pulang setelah makan dan berfoto. Selong Belanak paling sempurna saat matahari turun. Garis pantainya yang panjang memberi pandangan lepas ke cakrawala, langit berubah jingga kemerahan, dan air yang tadinya biru kristal berangsur gelap. Pastikan baterai kameramu masih cukup.

Kalau ingin bermalam, ada vila dan penginapan di sekitar pantai untuk berbagai budget, dan warga setempat ramah dimintai bantuan.
Lanjut merancang
- Bukit Merese: kalau ingin sunrise di sisi timur Kuta
- Pantai Semeti: tetangga dekat dengan formasi batu yang dramatis
- waktu terbaik ke Lombok: untuk memilih musim ombak dan cuaca
Mau Selong Belanak masuk rute yang pas dengan ritmemu? Ceritakan rencanamu, tim lokal kami susun draft itinerary-nya.