Lombok

Desa Sasak Ende: Belajar Arsitektur Cerdas Rumah Adat Sasak

Atap alang-alang dengan kemiringan khusus, lantai tanah liat yg dipel kotoran sapi, dan aturan membangun rumah yg masih dijaga di Ende.

Desa Sasak Ende: Belajar Arsitektur Cerdas Rumah Adat Sasak
Daftar isi

Kalau pantai dan gili sudah memenuhi galeri ponselmu, saatnya menengok sisi Lombok yang lebih tua dari semua itu. Di Desa Sasak Ende, rumah-rumah beratap ilalang berdiri rapat di atas tanah yang sama seperti ratusan tahun lalu, dan setiap detailnya menyimpan cara berpikir leluhur Sasak tentang hidup.

Ende terletak di jalur bandara ke Kuta, sehingga mudah disisipkan dalam rute wisata Lombok selatan. Adab berkunjung ke desa adat kami rangkum juga di panduan wisata Lombok.

Kampung yang menolak berubah

Begitu melewati gapura cokelat di pintu masuk, suasananya langsung melambat. Tidak ada bangunan tinggi, tidak ada cat mencolok. Warga Ende memang dilarang membangun rumah modern di dalam kampung demi menjaga warisan leluhur. Siapa pun yang ingin rumah bertembok bata harus membangunnya di luar desa. Hasilnya, sejauh mata memandang, bentuk rumahnya nyaris sama persis dengan rumah nenek moyang suku Sasak, menghadap arah yang sama dan berukuran serupa.

Satu hal yang sering keliru dipahami: bangunan beratap tinggi berbentuk topi di gerbang itu bukan rumah, melainkan bale lumbung, tempat menyimpan padi. Bentuknya jadi simbol kesuburan dan sering muncul sebagai motif kain tenun. Rumah tinggal yang asli namanya bale tani.

Bale lumbung, tempat menyimpan padi di Desa Sasak Ende
Bale lumbung, tempat menyimpan padi hasil panen warga Ende

Membaca arsitektur bale tani

Bale tani dibangun bergotong royong di atas lahan sekitar satu hektar, dengan ukuran 3,5 x 6 m sampai 5 x 7 m. Atapnya dari ilalang kering, dindingnya anyaman bambu, lantainya tanah. Sederhana di mata, tapi setiap pilihannya punya alasan.

Atap rendah yag hampir menyentuh tanah

Rumah adat Sasak Ende
Bale tani, rumah tinggal warga Ende

Ujung atap bale tani hanya sekitar 1 sampai 2 meter dari tanah. Bentuk ini mengalirkan air hujan dengan rapi dan menjaga privasi penghuninya. Ada pesan di baliknya: setinggi apa pun kedudukanmu, tetaplah merunduk. Atap ilalang diganti setiap 5 sampai 8 tahun, tergantung cuaca. Atap yang ringan dan rendah ini juga lebih aman di pulau yang akrab dengan gempa.

Pemandangan udara rumah adat Sasak Ende
Atap-atap ilalang Ende dilihat dari udara

Lantai tanah liat yang sejuk

Lantai utama dinaikkan sekitar setengah meter di atas undakan batu kali. Jarak itu menjaga suhu rumah tetap nyaman saat musim hujan, dan lantai tanah liatnya terasa lebih sejuk daripada keramik. Bagi warga Ende, lantai tanah juga pengingat bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Dipel dengan kotoran sapi/kerbau

Mengepel lantai dgn kotoran sapi di Sasak Ende
Warga Ende melapisi lantai dgn campuran kotoran segar dan abu jerami

Ini bagian yang paling sering bikin tamu kaget. Lantai tanah liat dilapisi campuran kotoran ternak yang masih segar dan abu jerami. Campuran ini menutup retakan, menjaga lantai tetap padat, dan menurut warga ampuh mengusir nyamuk. Baunya justru lebih mirip rumput daripada yang kamu bayangkan. Kalau datang di waktu yang pas, kamu bisa melihat, bahkan ikut mencoba, prosesnya.

Proses mengepel lantai di Desa Sasak Ende
Proses melapisi lantai di Desa Sasak Ende

Tiga ruang sesuai kebutuhan

Bale tani tidak dibangun untuk pamer luas, tapi supaya setiap ruangnya terpakai. Ada inen bale, induk rumah yang ditempati perempuan; bale dalem, ruang dalam untuk menyimpan harta benda; dan ruang luar yang dipakai para lelaki.

Tempat dan waktu yang baik

Warga Sasak percaya rumah yang dibangun pada waktu yang baik akan membawa kebaikan bagi penghuninya. Lokasinya pun dipilih dengan cermat: tidak boleh di bekas tempat sampah atau bekas perapian.

Cara ke Ende dan fasilitasnya

  • Dari Bandara Lombok: sekitar 20 menit.
  • Dari Mataram: sekitar 60 menit.
  • Dari Desa Sade: sekitar 5 sampai 10 menit jalan kaki.

Ende punya toilet terpisah untuk pria dan wanita, masjid yang bentuknya selaras dengan rumah-rumah di sekitarnya, air bersih, dan tempat bilas. Ada juga koperasi desa yang menjual kerajinan dan kain tenun karya perempuan Ende, jadi kamu tidak perlu kembali ke Sukarara untuk berbelanja jika terbatas di waktu.

Bale lumbung di Desa Sasak Ende
Bale lumbung berdiri di antara rumah warga

Info praktisr

  • Tiket masuk: tidak ada, donasi seikhlasnya.
  • Jam kunjung: 08.00 sampai 16.00 WITA.
  • Alamat: Dusun Piang Tansang-ansang, Desa Sengkol, Kec. Pujut, Lombok Tengah.
  • Makan: warung lokal di sekitar Sengkol, atau nasi balap Puyung di jalur bandara.
  • Kesehatan terdekat: RS dan klinik di kawasan Mandalika.

Siapkan rasa ingin tahu. Bertanyalah ke pemandu dari warga Ende sendiri, karena makna di balik setiap sudut kampung ini jauh lebih kaya daripada yang tertangkap kamera.

Lanjut merancang

Mau Ende masuk rute yang pas dengan ritmemu? Ceritakan rencanamu, tim lokal kami susun draft itinerary-nya.

Ditulis oleh Tim Lokal Timur Adventour Indonesia

Guide dan perencana perjalanan yg tinggal dan bekerja di Indonesia Timur. Setiap rute di panduan ini sudah kami jalani sendiri.

Lanjutkan merencanakan Lombok

Baca panduan lengkap Lombok

Mau rute Lombok yg disusun utk kamu?

Ceritakan tanggal, jumlah orang, dan gaya perjalananmu. Draft itinerary gratis.

Rancang Trip Lombok
Chat WhatsApp