Daftar isi
Saat azan Magrib berkumandang di Lombok, suaranya datang dari segala arah sekaligus. Pulau seluas sekitar 5.435 km² ini punya lebih dari 4.500 masjid yang tersebar di hampir 600 desa dan kelurahan, sampai satu desa bisa punya lebih dari satu masjid. Dari situlah julukan Pulau Seribu Masjid lahir. Di antara ribuan itu, tujuh masjid berikut layak kamu singgahi, entah untuk sholat di perjalanan, wisata religi, atau sekadar mengagumi arsitekturnya.
Kalau kamu merancang trip dengan waktu sholat sbg patokan, panduan wisata halal Lombok kami membahas cara menyusunnya. Gambaran besar pulau ada di panduan wisata Lombok.
Islamic Center Hubbul Wathan, Mataram
Bangunan paling mencolok di jantung Mataram. Berdiri di atas lahan sekitar 6,7 hektar, Masjid Raya Hubbul Wathan, yang lebih dikenal sebagai Islamic Center NTB, memiliki kubah raksasa keemasan bermotif batik Sasambo berwarna hijau tua. Motif ini mewakili tiga suku besar NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Empat menara setinggi 66 meter mengapit setiap sudutnya, sementara menara utama di pintu masuk menjulang 99 meter, melambangkan 99 Asmaul Husna. Menara 99 ini dibuka untuk pengunjung yang ingin melihat Mataram dari ketinggian, dengan kubah-kubah masjid lain bertebaran sejauh mata memandang. Hampir setiap perayaan keagamaan besar di NTB digelar di sini, dan sholat tarawih di bulan Ramadan terasa begitu khidmat.

Masjid Raya Nurul Bilad, Mandalika
Berdiri di gerbang Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, sekitar 500 meter dari Pantai Kuta. Masjid dua lantai seluas sekitar 7.200 m² ini mampu menampung sekitar 1.500 jamaah. Desainnya mengadopsi arsitektur Sasak dan terinspirasi dari Masjid Kuno Bayan Beleq di Lombok Utara: bangunan persegi dengan atap meruncing berbentuk segitiga. Hasilnya jauh dari kesan kuno. Hampir setiap sudutnya fotogenik, dari lantai sampai ornamen atap.

Masjid ini diresmikan pada 20 Oktober 2017, bersamaan dengan peresmian KEK Mandalika. Namanya berarti Cahaya bagi Negeri, harapan agar ia menerangi bukan hanya jamaahnya tapi seluruh kehidupan di kawasan Mandalika. Lokasinya pas untuk sholat sebelum atau sesudah menikmati pantai di selatan.

Lokasi: Jl. Pariwisata Pantai Kuta, Kec. Pujut, Lombok Tengah.
Masjid Al-Akbar, Masbagik
Dibangun tahun 1975, masjid jami yang didominasi warna emas ini berdiri di perempatan jalan nasional Masbagik, Lombok Timur. Sembilan tiang penyangga kubah utamanya melambangkan lima rukun Islam dan empat mazhab besar. Bangunan tiga lantai seluas sekitar 2.800 m² ini dipercantik sentuhan arsitektur Turki dan menampung lebih dari 1.500 jamaah. Kalau kamu melintas menuju Sembalun atau Pink Beach, masjid ini titik singgah yang ideal.
Masjid Darussalam, Kopang

Masjid paling unik di daftar ini. Didirikan sekitar tahun 1800 di masa kolonial, berhadapan dengan bekas kantor administrasi Belanda dan dekat pasar. Bentuknya mengingatkan pada klenteng, meski tanpa warna merah khasnya, dan sekilas juga menyerupai benteng kesultanan masa lampau. Usianya yang lebih dari dua abad menyimpan cerita yang layak digali lebih dalam.
Daya tampungnya sekitar 2.000 jamaah. Ciri lain yang mudah dikenali dari jalan raya: tugu putih berlambang Garuda di pojok halaman depan, satu-satunya di masjid Lombok. Halaman rumput yang luas dan tangga menuju lantai dua jadi spot foto yang menarik. Lokasinya di jalur provinsi Lombok Tengah ke Lombok Timur, jadi mudah disinggahi.
Masjid Agung Praya, Lombok Tengah
Masjid terbesar di Kabupaten Lombok Tengah ini berdiri di bekas lahan perkebunan tebu milik pemerintah. Awalnya hanya mushola kecil di atas lahan sekitar 4 hektar, sejak sekitar 1979. Pembangunannya dimulai di masa Bupati Lalu Sri Gede dan diteruskan oleh bupati-bupati berikutnya.
Kini masjid ini tampil megah dengan dinding putih dan kubah biru tua, dikelilingi halaman rumput yang luas dan taman kecil yang nyaman untuk anak-anak. Pilihan tepat kalau kamu bepergian bersama keluarga.
Masjid Jamiq Al-Mujahidin, Selong

Masjid termegah di Lombok Timur, mulai dirancang sejak 1960. Namanya penghormatan bagi para pejuang yang gugur melawan penjajahan Belanda. Desainnya meniru Masjid Syuhada Yogyakarta, dengan empat menara di sekeliling kubah dan kapasitas hingga 5.000 jamaah. Paduan putih, ungu, dan oranye di bangunan utama serta kubah hijau gelap membuatnya cantik difoto, apalagi saat lampu warna-warni menyala di malam hari.
Menaranya setinggi 27 meter, simbol keutamaan sholat berjamaah yang berpahala 27 kali lipat. Ada filosofi menarik di ruang utamanya: pintu masuk terasa sempit karena plafonnya rendah, lalu semakin ke depan ruang terasa lapang dengan plafon terbuka. Perjalanan menuju Sang Pencipta penuh perjuangan, tapi semakin dekat semakin melegakan.
Masjid Jamiq Baitur Rahman, Kediri

Kediri di Lombok Barat dikenal sbg Kota Santri, dan masjid yang berdiri sejak sekitar tahun 1800 ini adalah jantungnya. Di sekitarnya, santri berkemeja putih, bersarung, dan berkopiah lalu lalang, sementara santriwati berjilbab dan berbaju kurung menyusuri jalan raya Kediri. Suasananya sederhana dan teduh.

Bangunan barunya menampung sekitar 2.000 jamaah. Dari masjid inilah para penghafal Al-Qur’an dan anak-anak yatim terus melantunkan doa untuk kota kecil yang religius ini.

Adab berkunjung ke masjid
- Kenakan pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut. Beberapa masjid besar meminjamkan kain atau mukena.
- Hindari jam sholat berjamaah kalau tujuanmu hanya berfoto.
- Tanyakan ke pengurus sebelum naik menara atau memotret di ruang utama.
- Untuk wisatawan non-Muslim, kunjungan umumnya diterima dengan baik selama menjaga adab.
Lanjut merancang
- 7 pura bersejarah di Lombok: sisi lain kerukunan di pulau ini
- Perang Topat Lingsar: tradisi bersama umat Islam dan Hindu
- wisata Lombok Barat: spot lain di sekitar Mataram
Mau masjid-masjid ini masuk rute yang pas dengan ritmemu? Ceritakan rencanamu, tim lokal kami susun draft itinerary-nya.